Dalam dunia pendidikan modern, metode pembelajaran terus berkembang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa. Salah satu metode yang semakin populer adalah outing class.
Outing class adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar kelas, berbeda dari pembelajaran konvensional yang biasanya berlangsung di dalam ruangan. Konsep ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan kontekstual kepada siswa, dengan mengajak mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Kamis, 20 November 2024 Alhamdullilah Siswa Kelas 5 SD Al Islam 2 Jamsaren yang terdiri dari 4 kelas melaksanakan kegiatan Outing Class. Outing Class kali ini tak kalah dengan Outing Class Sekolah lainya. Sekolah kami yang merupakan sekolah Adiwiyata sangat mengedepankan tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Sebelum berangkat kita kumpul di sekolah pukul 07.00 WIB, dan mendapat sambutan dari Kepala Sekolah, Bpk. Priyono, S.Pd., M.Pd. Beliau berpesan agar kegiatan ini tidak sekedar untuk bermain atau berlibur, beliau berpesan untuk belajar dan menimba ilmu melalui kegiatan di luar sekolah.
Outing Class dilaksanakan di Bank sampah Rukun Santoso Karanglo, Polanharjo Klaten. Diharapkan dengan kegiatan outing ini siswa bisa menjaga kebersihan lingkungan serta memilah sampah yang masih bisa di daur ulang dan bisa digunakan menjadi produk yang ekonomis.
Sesampainya di lokasi siswa disambut baik oleh Bpk. Sriyono dan Ibu anggota bank sampah, dalam sambutannya, Bpk. Sriyono menjelaskan ide awal terbentuknya komunitas bank sampah, pelatihan terpadu bagi paguyuban ibu rumah tangga, proses pengolahan dan pemilahan sampah, proses produksi, serta pemasaran hasil produk bank sampah. Melalui komunitas Bank Sampah Rukun Santoso yang dirintis sejak 2013, sampah bisa disulap menjadi produk kreatif seperti dompet, aneka tas, hingga baju dan topi.
Pada kesempatan ini siswa diajak untuk mencoba membuat beberapa benda dari sampah daur ulang. Ada yang mencoba membuat kalung dari guntingan kertas majalah, yang digulung dan direkatkan dengan lem agar menjadi manik-manik. Kreatif sekali, mereka baru pertama kali para siswa melihatnya. Kunjungan singkat ke Bank Sampah ini sangat berkesan.
Dari bank sampah para siswa belajar budaya bijak terhadap sampah, hal itu mesti dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan kita sendiri. Siapa tahu dari beragam limbah yang sering kali kita lempar tong sampah, masih ada yang bisa dipakai dan didaur ulang. Mari, bijak memilah sampah dari sekarang juga!
Dalam lanjutan outing kali ini tujuan yang ke dua adalah rivermoon tidak jauh dari Bank Sampah Santoso. Siswa dengan semangat jalan kaki penuh riang. Sesampainya lokasi anak-anak istirahat untuk Sholat dhuhur dan makan siang sambil menunggu kegiatan Tubing.
Acara yang dinanti siswa telah tiba, para siswa diminta berbaris dengan rapi sesuai petunjuk yang disampaikan oleh para trainer. Koordinator Trainer Outbound memandu siswa untuk gerakan pemanasan. Kemudian senam ceria, supaya otot otot tidak kaku dan cedera ketika beraktivitas.
“Bagaimana kabarnya?”, sontak seluruh siswa menjawab, “Alhamdulillah, Luar biasa” sambil bertepuk tangan penuh antusias. “Hari ini kita akan basah-basahan, susur sungai menggunakan ban atau disebut River Tubing,” sebelum tubing para siswa diminta untuk memakai pengaman agar tidak tenggelam, dan diberi simulai cara menaiki ban untuk tubing, para siswa memeperhatikan dengan antusias.
River Tubing menggunakan aliran sungai yang cukup aman bagi anak-anak, karena panjangnya 500 m dengan beberapa jeram yang sedikit deras menambah keseruan.
New Rivermoon merupakan sebuah destinasi wisata di Klaten. Destinasi wisata yang berlokasi di pusat Kota Klaten lebih tepatnya Pusur, Karanglo, Kec. Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
River tubing, atau kegiatan mengarungi sungai menggunakan ban dalam, lebih dari sekadar aktivitas rekreasi. Kegiatan ini menawarkan serangkaian manfaat kesehatan yang signifikan, baik untuk fisik maupun mental. Terapung di atas sungai yang tenang, dikelilingi oleh keindahan alam, memberikan efek relaksasi yang luar biasa untuk para siswa. Suara gemericik air, pemandangan hijau, dan udara segar membantu mengurangi hormon stres kortisol dan meningkatkan kadar endorfin, hormon yang memberikan perasaan bahagia dan nyaman. Ini sangat efektif untuk mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. River tubing menjadi terapi alami yang menyegarkan pikiran dan jiwa.
Selesai kegiatan tubing para siswa diajak untuk bersih diri dan sholat Ashar, setelah selesai kami pun pulang dengan senang dan bahagia….
Alhamdulillah kegiatan kelas 5 semester 1 ini dilalui dengan lanchar…
(Doni Prasetyo, S.Pd.)